Sebagian besar pemain tidak mendapatkan kesempatan untuk uji-coba masuk akademi; banyak yang tak memiliki keunggulan bermain dalam tim dari usia muda.
Tapi hal itu tidak menghalangi Didier Drogba menjadi yang terbaik.
Dari lapangan parkir di kampung halamannya, Abidjan, sampai ke jalanan Paris, sepakbola telah menjadi makanan sehari-hari Didier.
Akhirnya, pada usia 15 tahun, ia mendapatkan kesempatan untuk membawa kecintaannya pada sepakbola ke tingkat yang lebih tinggi.
Kerasnya latihan di tim junior lokal menututnya untuk berusaha lebih keras; ia menjawab tuntutan dengan mempersembahkan 2 musim yang cemerlang dan para pencari bakat pun berdatangan.
Cedera mengancam karirnya yang memang terlambat berkembang, tapi profesionalisme, keinginan, dan tekad mendorongnya untuk bangkit.
Pada usia 19 tahun, di mana kebanyakan pemain sudah berusaha mendapatkan posisi dalam tim, Didier mendaftar untuk ikut jadi pemain magang.
Dua tahun kemudian, ia menjadi pemain profesional. Musim panas ini, ia akan menantang dunia.
Kesempatan Didier tak datang dengan cepat. Tapi kesempatanmu akan hadir tanggal 10 Juni.
It's Never Too Late
06 June 2010
No comments have been made.